BerPMII-lah karena PMII akan membawa barokah untuk kader-kadernya.
Saya yakin setiap kader mempunyai pengalaman religuisitas sendiri ketika berproses di Organisasi PMII, begitu pun saya. Setiap liku kehidupan saya tak luput dari barokah berPMII.| Rayon Penakluk Al- Adawiyah |
Rayon memfasilitasi perkembangan kematangan emosi dan diri, memfasilitasi segala minat dan bakat, menunjukan kelompok sosial yang sederhana yang terbukti nyaman untuk berbagai karakteristik kepribadian, dan kematangan nilai moral ‘keadilan yang harus diperjuangkan’ tumbuh bersemi saat proses di Rayon. Dari rayon saya diajari berfikir kritis kemudian mengkritisi kebijakan yang ada –kebijakan kampus- pengalaman tak terlupakan ikut berdemo di depan rektorat, memekikkan semangat mahasiswa dan ikut sebagai saksi mata pecahnya pintu kaca rektorat UIN Malang.
Barokah PMII tentunya bisa aktif
di kampus, sebagai Koordinator Out Bond, sekertaris BEM Fakultas dan Ketua
Pelaksana OSPEK Fakultas. Banyak lainnya yang mungkin akan berlembar-lembar
ketika saya ceritakan dalam tulisan.
Kurang lebih 3 tahunan berproses di rayon, menjadi anggota, berlanjut
menjadi kader dan kemudian menjadi pengurus Rayon Al Adawiyah.
Semester 7 menjadi pengurus Komisariat,
sebagai bendahara -bendahara tunggal- membuatku ikut dalam setiap kegiatan
Komisariat. Seperti halnya rayon, komisariat menjadi rumah kedua saya yang
kemudian menjadi rumah ketiga setelah rumah
orangtua dan pondok pesantren tempat tinggalku. Akhir kepengurusan saya
memutuskan untuk tinggal dipondok pesantren sebagai penunjang skripsiku sesuai
petunjuk dosen waliku yang juga IKAPMII, bahwa kiayi di Pondok Gasek juga IKAPMII.
Barokah PMII, Pondok pesantren ini yang mengajarkan saya banyak ilmu agama.
Tinggal dipondok pesantren bukan halangan untuk tetap aktif ber-PMII, dengan
alasan jujur berkegiatan PMII kepada umi
saya tetap bisa mengikuti kegiatan-kegiatan PMII. Selama masih siang segala
aktifitas saya kerjakan di komisariat –skripsi- menjelang maghrib pulang ke
pondok. Di komisariat saya mempunyai almari khusus untuk menyimpan barang dan
bajuku. Kegiatan Komisariat juga berkeliling rayon untuk menghadiri kegiatan
rayon-rayon, dan tak jarang mewakili kepengurusan komisariat untuk menutup atau
membuka kegiatan Rayon.
Hal yang menyedihkan, ketika benar-benar tidak ada uang sehingga menunggak pembayaran listrik kantor komisariat, merasakan air yang terkadang mati sehingga untuk berwudhu menunggu setetes demi setes air mengalir di kran dan merasakan kantor komisariat yang gelap gulita tanpa listrik karena di blokir belum membayar 3 bulan. Setelah saya lulus dan bekerja di Telkom saya bisa nalangin dikit-dikit. Saat kepengurusan Komisariat saya sambil bekerja di PT Telkom Indonesia sebagai telemarketin 147, lewat perusahan outsourching yang dimanageri oleh alumni Rayon Al Adawiyah dan diwawancari oleh senior Rayonku juga yang bekerja sebagai Staff HRD di Telkom. Rejeki tak kemana. Akhir kepengurusan ditutup dengan rasa puas ketika mempresentasikan alur keuangan komisariat.
Hal yang menyedihkan, ketika benar-benar tidak ada uang sehingga menunggak pembayaran listrik kantor komisariat, merasakan air yang terkadang mati sehingga untuk berwudhu menunggu setetes demi setes air mengalir di kran dan merasakan kantor komisariat yang gelap gulita tanpa listrik karena di blokir belum membayar 3 bulan. Setelah saya lulus dan bekerja di Telkom saya bisa nalangin dikit-dikit. Saat kepengurusan Komisariat saya sambil bekerja di PT Telkom Indonesia sebagai telemarketin 147, lewat perusahan outsourching yang dimanageri oleh alumni Rayon Al Adawiyah dan diwawancari oleh senior Rayonku juga yang bekerja sebagai Staff HRD di Telkom. Rejeki tak kemana. Akhir kepengurusan ditutup dengan rasa puas ketika mempresentasikan alur keuangan komisariat.
Berlanjut pada kepengurusan
Cabang, mau tau lanjutannya??
Bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar